Tepat dua minggu lalu saya dan teman-teman melakukan pendakian Gunung Gede Pangrango melalui Jalur Gunung Putri. Well, agak sediki nekat sihmelakukan pendakian pada Bulan Oktober yang merupakan musim hujan. Berhubung saya dan teman-teman sudah merencanakan pendakian ini cukup lama, maka Kami tetap sepakat melakukan pendakian.

Singkatnya, tim pendakian ini terdiri dari 14 orang, dengan formasi 11 laki-laki dan 3 perempuan. Dengan jadwal perjalanan berangkat dari Jakarta hari Jumat pukul 23.00 malam menuju Gunung Puteri. Kami istirahat beberapa jam sebelum melakukan pendakian pada hari Sabtu jam 7.00 Pagi.

Sabtu pagi, kami melakukan persiapan singkat termasuk sarapan dan morning briefing. Cuaca cukup cerah dan suhu udara sudah mulai naik, lebih bersahabat dibandingkan suhu sabtu dini hari tadi. Saya sudah melepaskan jaket tebal saya, dan menggunakan jaket yang lebih tipis.

Jumlah pendaki pagi itu sangat ramai, terlihat dari banyaknya peserta yang melakukan registasi ulang di pos SIMAKSI Gunung Puteri. Rata-rata pendaki yang datang berasal dari daerah JABODETABEK. Saya dalam hati membatin, “untuk dapat udara segar kita harus pergi sejauh ini” But dasar penduduk Ibukota yang butuh asupan udara segar, kami tetap saja datang menenteng carrier yang beratnya berkilo-kilo. Saya dan teman perempuan yang lain hanya membawa daypack saja, sedangkan ke-11 teman laki-laki bertugas untuk membawa carrier. So, pendakian tidak terlalu berat lah..

Sepanjang pendakian suasananya ramai, karena banyaknya orang dan banyak yang menyetel musik. Sampai ada yang niat bawa audio speaker buat kondangan. Senyum, sapa, dan pemberi semangat adalah hal yang sering saya jumpai walaupun dengan orang asing. Kalimat seperti “asal mana Mbak?”, “semangat mbak”, “mau minum dulu”, dan kalimat ramah tamah lainnya sering dijumpai dalam pendakian ini.

Setelah sembilan jam pendakian, kami sampai di alun-alun Surya Kencana. Kami memasang empat tenda untuk bermalam di sana. Suhu udara sangat rendah, saya sampai menggigil, begitupun anginnya bertiup sangat kencang. Berkat kekuatan sleeping bag, dan jaket tebal surprisingly saya dapat tidur nyenyak hehehehe.

Pukul 05.00 pagi saya dan teman-teman mendaki ke puncak untuk mengejar matahari terbit. Sekitar satu jam sepuluh menit Kami tiba di puncak saat sudah terang, dan perburuan fotopun di mulai. Seru deh, puas rasanya bisa sampai ke puncak Gunung Gede, melihat pemandangan yang sebegitu Indahnya juga menikmati udara yang segar. Walaupun kaki sakit selama 3 hari, saya tetap bahagia karena pengalaman ini. Kebahagiaan yang didapat ketika kita cinta dengan alam, dan alam balik mencintai kita itu tidak dapat diganti dengan cinta benda mati lainnya. Buktinya, ketika pendakian niatnya baik, alam membalas memberi udara segar  dan cuaca yang cerah selama pendakian,,, ahhhhh we Thank You God!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here