Photo by @riosakera

CURUG CILONTAR

“Keindahan Air Terjun Tersembunyi di Kabupaten Bogor”
Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Curug Cilontar merupakan bagian dari sungai Cianten yang berasal dari pegunungan Halimun-Salak. Sungai ini akan bersatu dengan cabang aliran sungai Cikaniki dan bersatu dengan aliran sungai besar Cisadane, yang terkenal setiap bulan Januari-Februari setiap tahunnya karena dimonitor status ketinggian airnya melalui pintu air Cisadane karena menyebabkan banjir di daerah Tangerang. Air terjun dengan ketinggian 35 meter ini selalu dialiri debit air yang cukup deras sepanjang tahun, sehingga sungai pembentuk air terjun digunakan untuk sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kracak sejak zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1926. jika dilihat dari foto udara/satelit, dua pipa besar berwarna kuning akan terlihat tergeletak memanjang di sekitar daerah ini menuju Gunung Bubut, Bendungan yang digunakan untuk PLTA tersebut.

Air terjun yang indah ini sayangnya sangat berbahaya jika digunakan untuk berenang. air terjun ini jatuh ke kubangan luas, yang luasnya kira-kira 7.000 meter persegi dan memiliki kedalaman yang konon mencapai lebih dari 26 meter. kubangan ini sudah menelan banyak korban pengunjung yang yang nekat berenang di dalamnya. bahaya lainnya adalah banjir bandang yang dalam bahasa sunda disebut “Caah”. Air terjun yang cukup jernih sehingga berwarna Hijau-biru tosca ini secara tiba-tiba akan berwarna coklat gelap karena adanya lumpur yang terbawa debit air yang jauh lebih besar dari normalnya. pijakan-pijakan batu sungai di sekitar air terjun akan tenggelam dan pengunjung yang kurang waspada bisa tersapu arus banjir tersebut. Banjir bandang ini disebabkan oleh kenaikan debit air di daerah hulu (Pegunungan Halimun-salak) akibat hujan. oleh karena itu, meskipun cuaca disekitar air terjun sedang cerah, namun jika di daerah hulu terlihat mendung, sebaiknya segera kembali ke tepian dan kembali ke perkampungan di atasnya.

Akses menuju curug Cilontar jika menggunakan mobil pribadi, dari pintu tol Bogormenuju arah kampus IPB Dramaga, lau ke arah Leuwiliang. sekitar 500 meter setelah jembatan besar sungai Cianten di Leuwiliang, belok kiri dan ikuti jalan utama pedesaan menuju daerah Curug. mobil bisa diparkir di sekitar pangkalan “mobil odong-odong”.jarak jalan menuju Curug hanya sekitar 200 meter, namun kemiringan jalannya cukup menyulitkan. sebaiknya membawa bekal makanan ringan dan air minum dari jalan desa karena tidak ada penjual makanan ringan dan air minum dari jalan desa karena tidak ada penjual makanan/minuman di sekitar air terjun. di musim kemarau, kawanan monyet abu-abu dari hutan sekitar akan banyak berda disekitar Curug Lontar. jadi, jika sedang berkunjung ke daerah wisata perkebunan teh Cianten, jangan lupa menepi sebentar untuk menikmati keindahan Curug lontar/Cilontar (sumber Rio/majalah info wisata Disbudpar edisi Agutus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here