Kawasan Taman Nasional Halimun Salak, Kab. Bogor

Di bawah kaki Gunung Pongkor, ada sebuah mulut terowongan cukup besar, lebar 5 meter dan tinggi 3 meter. Terowongan ini menganga menembus perut bukit yang memiliki ketinggian sekitar 450 meter. Lorongnya gelap, dengan temaram cahaya dari lampu neon yang dipasang di setiap jarak 20 meter.Sementara di tengahnya, sebuah jalur rel lori memanjang menembus jauh ke dalam terowongan. Di atas temboknya yang dicat hijau muda, tertulis tanggal 27 Agustus 1992. Itu merupakan waktu dibangunnya terowongan tersebut.

Terowongan tersebut merupakan lokasi penambangan emas bawah tanah (underground) milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam), yang dilakukan tertutup atau bawah tanah (underground). Gunung Pongkor sebenarnya merupakan salah satu dari rangkaian perbukitan yang menyatu dengan lereng Gunung Salak, Bogor. Sebagian wilayahnya masuk dalam kawasan Taman Nasional Halimun-Salak. Untuk menuju ke perut gunung, dari mulut tambang utama, pekerja biasanya menggunakan lori yang ditarik dengan lokomotif diesel kecil. Sekilas lori berwarna kuning tersebut menyerupai angkutan odong-odong yang jadi mainan anak-anak. Lori tersebut mengantar pekerja tambang hingga ke tempat loading atau penumpukan material batuan, yang jaraknya bisa 6 kilometer lebih jauhnya dari mulut terowongan. Sementara opsi lainnya dengan berjalan kaki.

Berjalan kaki beberepa meter usai melewati mulut tambang, aroma pengap dan gelap langsung menyergap. Dasar tanah berlumpur becek dengan tetesan air terkadang merembes dari atas dinding terowongan yang telah dicor semen. Sementara di bagian dinding samping, penahan gua buatan itu ditopang lempengan dan jaring dari metal. Udara segar yang berembus dari mulut gua masih bisa dinikmati hingga berjalan kaki sejauh 1 kilometer.

Selepas itu, suhu udara mulai sumuk dengan kadar oksigen yang tipis. Asal tahu saja, ujung dari satu terowongan saja mencapai 6 kilometer jauhnya. Menapaki setiap jengkal, setiap beberapa ratus meter akan ditemukan percabangan gua. Tanpa cahaya senter dan alat komunikasi radio, orang mudah tersesat di terowongan Gunung Pongkor. (Sumber Andi/Majalah infowisata edisi agustus 2017)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here