Jalan PWRI No.53, Tajur Halang, Tonjong, Bogor Telp. +62 251 8552444

.ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Agama Budha adalah salah satu agama tertua di Indonesia. Jejak agama yang ini telah menyebar ke seluruh penjuru nusantara. Salah satu buktinya ada di Vihara Buddha & 8 Pho Sat di Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tajur Halang, KabupatenBogor, Jawa Barat.

Ketika sampai di vihara, sebuah stupa terletak di depan tembok hitam dengan motif pahatan orang Budha sedang beribadah, stupa Sidharta Gautama, pohon-pohon, dan motif lain yang berwarna emas menyambut. Warna merah mendominasi bangunan peribadatan umat Budha ini. Di bagian atas gapura, motif bunga-bunga terlukis. Biru, hijau, dan merah muda menemani warna merah. Di vihara yang terletak di Desa Tonjong ini, terdapat patung Buddha Tidur yang berukuran sepanjang 18 meter dan setinggi 5 meter.

Patung besar ini tampak tidur “nyenyak” di bawah lindungan atap salah satu bangunan vihara. Di sisi kiri dan kanan Budha Tidur, miniatur Budha duduk berjajar di dalam lemari kaca. Patungpatung kecil itu merupakan bentuk kenangan dari para penyumbang vihara ini. Sementara sang Budha Tidur berbadan keemasan ini terlihat tidur tersenyum bertumpu dengan tangan kanannya. Di belakangnya, pemandangan gunung beserta pohon Bodhi terbentang. Terbujur kaku di depan pelataran yang di atasnya terdapat gelas-gelas lilin, dupa-dupa, buah jeruk, dan sebuah gentong emas.

Patung ini dimulai dibangun pada tahun 2010 dan diresmikan oleh Djoko Wuryanto selaku Dirjen Bimas Agama Budha Departemen Budha pada tahun 2012. Umat Budha yang beribadah di vihara ini, akan mengakhiri prosesi ibadah di patung Budha Tidur setelah mengunjungi altar 8 Pho Sat di bangunan yang terpisah. “Patung Buddha Tidur ini sebenarnya tidak tidur melainkan sedang bermeditasi. Dikatakan Buddha Tidur karena Budha tersebut dibangun dalam posisi tidur yang menghadap kanan. Uniknya, posisi tidur yang menghadap kanan ini mempunyai filosofi di baliknya. Tidur menghadap kanan adalah posisi terbaik untuk jantung karena tidak terbebani,” kata narnya ada juga luar negeri seperti Tiongkok, Thailand, dan Malaysia. Perbedaannya dengan patung yang ada di luar negeri adalah bahan dasar pembuatan patung yaitu batuan alami yang dipahat langsung. Patung Budha Tidur ini dibuat oleh seniman pahat dari Bandung, Jawa Barat. Cara membuatnya batu kali dikumpulkan untuk dibentuk seperti patung dengan ukuran yang telah ditentukan. Kemudian dicor dan proses penyelesaiannya dipahat dan dicat. Pada awal pembangunan vihara ini, Ade sebelumnya mendapatkan wangsit dalam meditasinya. Kemudian keluarga, sahabat, dan teman-temannya sepakat untuk membangun Vihara Budha Dharma & 8 Pho Sat beserta Patung Budha Tidur. Dinamakan “8 Pho Sat” karena di dalam vihara, selain Siddhartha Gautama ini terdapat 8 tokoh ajaran Budha. Pho Sat berarti “Yang Tertinggi dan Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna”.Berdasarkan catatan sejarah, Siddhartha Gautama dilahirkan pada tahun 563 SM (sebelum masehi) di Taman Lumbini, saat ibunya Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sala. Dari sejak kecil sampai umur 10 tahun, Pangeran Siddhartha hidup dalam kesenangan duniawi. (Sumber Majalah Info wisata edisi April 2017/YN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here